Drs.M.Idris Wahidin

Drs.M.Idris Wahidin
Ketua Pengadilan Agama Sungailiat
English Arabic French Indonesian

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi
Profil Pegawai

SIDANG KELILING

Sidang Keliling

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Polling

Bagaimana pendapat anda tentang website pengadilan Agama Sungailiat?
 

Form Login






Lost Password?

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini329
mod_vvisit_counterKemarin219
mod_vvisit_counterMinggu ini825
mod_vvisit_counterBulan ini4237
mod_vvisit_counterTotal140025

Portal Berita

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Workshop Panduan Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin PDF Print E-mail
Written by admin   
Kamis, 06 Mei 2010

Dibutuhkan Panduan Akses Keadilan Yang Praktis
Image

Dari kiri ke kanan: Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Victoria Coakley, AusAID Counsellor, dan Nani Zulminarni, Koordinator Nasional PEKKA.

Bogor | badilag.net

Masyarakat pengguna pengadilan, terutama yang miskin dan termarjinalkan, memang sangat membutuhkan panduan (guidelines) untuk mengakses layanan pengadilan yang disajikan dalam bahasa non-hukum yang mudah dimengerti, sederhana dan praktis.

Hal itu dilontarkan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, sebelum secara resmi membuka Workshop Panduan Akses Keadilan Bagi Masyarakat Miskin yang  diselenggarakan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga) bekerja sama dengan AusAID Rabu (5/5/2010) di Bogor.

Workshop yang akan berlangsung sampai Kamis (6/5) ini melibatkan peserta dari berbagai instansi seperti Badilag, Badilum, PA Cianjur, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Komnas Perempuan, LBH APIK, dan YLBHI Jakarta. Nampak juga hadir Victoria Coakley, Counsellor AusAID, Cate Sumner, Penasihat AIPJT AusAID, Leisha Lister dari Family Court of Australia, dan Mark, Project Manager AIPJT.

“Panduan yang akan disusun ini akan memudahkan masyarakat miskin dalam mengakses keadilan,” ujar Victoria Coakley dalam sambutannya.

Mengingat pemanfaat akhir dari panduan yang akan disusun adalah masyarakat miskin yang juga awam hukum, Nani Zulminarni, Koordinator Nasional PEKKA, berharap panduan ini bisa disajikan dalam bahasa yang familiar dan disajikan melalui media brosur, booklet, pamflet, CD audio visual dan internet.

PEKKA adalah LSM yang menaruh perhatian besar terhadap penguatan kaum perempuan yang menjadi kepala keluarga. Tahun ini, LSM yang digagas sejak tahun 2000 itu akan melebarkan pergerakannya dari 8 provinsi ke belasan provinsi lainnya di Indonesia.

Sepuluh Tahun Kerjasama

Victoria Coakley menyebut banyak hal yang telah dilakukan dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun kerjasama antara Pemerintah Australia (AusAID) dan Pemerintah Indonesia (Mahkamah Agung) dalam meningkatkan akses kepada keadilan. Victoria juga mengaku senang lahirnya Inpres No. 3/2010 yang mendukung penuh fasilitas prodeo, sidang keliling dan bantuan hukum.

Dirjen Badilag juga mengakui hal yang sama. “Banyak sekali manfaat dari kerjasama AusAID dan MA. Pemanfaatan IT, publikasi putusan, client service dan peningkatan akses ke pengadilan adalah beberapa contohnya,” kata Wahyu.

“Mahkamah Agung sangat committed terhadap jaminan akses masyarakat miskin dan terpinggirkan,” tambah Wahyu sambil memberikan sejumlah catatan penting yang bisa dipertimbangkan dalam penyusunan pedoman akses pelayanan tersebut.

 

Tulis Komentar Disini


Security code
Refresh

< Prev   Next >

M. Tarmizi R, SH

M. Tarmizi R, SH
Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Sungailiat

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

link MA

link Putusan MA

link Putusan Peradilan Agama

link Pembaruan MA

link BADILAG
Image

Interaktif

Kontak
Buku Tamu

Tanggal Hijriah


Kata Kata Mutiara

Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya.'' (HR.Muslim)

 

Foto Kegiatan

dsc00034.jpg