Ramadhan Tiba, Badilag Terasa Beda
 Suasana kultum ba'da Dhuhur di Musholla Al-Hikmah Badilag, kemarin.Jakarta l badilag.net Selembar pengumuman menempel di pintu masuk lantai satu Gedung Badilag. Datangnya dari Sekretaris Mahkamah Agung. Pengumuman itu berisi tentang pengaturan jam kerja selama bulan suci Ramadhan 1431 H di lingkungan MA. Berdasarkan pengumuman tersebut, jam kerja memang mengalami perubahan. Senin hingga Kamis, jam kerja antara pukul 8.00 hingga 15.00 WIB, dengan masa istirahat antara pukul 12.00 hingga 12.30. Khusus hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 8.00 dan berakhir pukul 15.30, dengan jeda istirahat antara pukul 12.00 hingga 13.00. Juga pada hari Jumat, senam kesegaran jasmani ditiadakan.
Di Badilag, yang khas sesungguhnya bukan pengaturan mengenai jam kerja tersebut. Di instansi yang dipimpin pejabat eselon I ini, Ramadhan diisi dengan berbagai kegiatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehari sebelum Ramadhan tiba, bersamaan dengan pelantikan beberapa pejabat eselon IV, Badilag menyelenggarakan “unggahan”. Acara ini diselenggarakan di ruang rapat di lantai 3 dan dihadiri hampir seluruh pegawai. Di sini, tradisi unggahan tidak diisi dengan ritual rebutan tumpeng yang dipercayai mengandung keberkahan tertentu, sebagaimana dipraktikkan di beberapa daerah. Unggahan, di Badilag, tak lebih dari momen menyambut bulan suci yang datangnya cuma setahun sekali. Unggahan diisi dengan siraman rohani dan dilanjutkan dengan makan siang bersama-sama. Ustadz Nasich Salam, calon hakim lulusan Timur Tengah yang diperbantukan di Badilag, siang itu didaulat mengisi pengajian. Dengan nada menggugah, dia mengingatkan kembali bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Kehadirannya dirindukan dan kepergiannya diratapi orang-orang sholeh. 
Ibu-ibu turut menghayati sentuhan rohani yang disampaikan penceramah pada kultum ba'da Dhuhur di Musholla Al-Hikmah Badilag.
Memasuki hari H, kegiatan mengisi bulan Ramadhan dipusatkan di Musholla Al-Hikmah yang terletak di lantai tiga. Kegiatannya ialah tadarus dan sholat Dhuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan kuliah agama atau biasa disebut dengan kultum ba’da Dhuhur. Tadarus berlangsung setiap hari selama 1,5 jam, dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 11.30. Para pegawai dibagi menjadi lima kelompok dan dikoordinatori seorang pejabat eselon III. Mereka harus mengisi daftar hadir dan membuat catatan mengenai tadarus yang dilakukannya. Sementara itu, kultum ba’da Dhuhur diselenggarakan dari Senin hingga Kamis. Dikoordinatori Kabag Organisasi dan Tatalaksana, Endra Jumhana, pengisi ceramah dalam kultum dibuat bergantian sesuai jadwal. Temanya pun beragam. Tidak seluruhnya berkaitan langsung dengan puasa Ramadhan. Misalnya, Ustadz Abu Tolhah menyampaikan ceramah berjudul Gelombang Otak dan Shalat Tahajjud. |