
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Perkara Online |
| Jadwal Sidang |
| Informasi Perkara |
| Publikasi Putusan |
| Panggilan Ghoib |
| Biaya Perkara |
| Statistik Perkara |
| Sidang Keliling |
| DIPA 2011 |
| REALISASI ANGGARAN 2011 |
| KEUANGAN PERKARA |
| PNBP |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Lelang / Pengadaan |
| Pengumuman Pemenang Lelang/Pengadaan |
| Statistik Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Pelapor/Terlapor |
| Mekanisme Pengaduan |
| Alur Pengaduan |
| Pangaduan Online |
| Sanski Disiplin |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Yurisprudensi Perkawinan |
| Yurisprudensi Waris |
| Yurisprudensi Shodaqoh |
| Yurisprudensi Syari'ah |
| Artikel dan Makalah |
| Produk Hukum |
| Perpisahan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis PA |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Selasa, 01 Pebruari 2011 | |
Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purnabhakti
Pak Zuffran menerima peluk dan salam perpisahan dari Dirjen Badilag Wahyu Widiana.Jakarta l badilag.net Drs. H. M. Zuffran Sabrie, MH akhirnya memasuki masa purnabhakti. Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag ini dilepas dalam sebuah acara perpisahan di Ruang Serba Guna, Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jalan Ahmad Yani kavling 58, Jakarta, Senin (31/1/2011). “Pak Zuffran pensiun terhitung sejak 1 Februari 2011. Beliau mengabdi selama 31 tahun 11 bulan,” tutur Sekretaris Ditjen Badilag, Farid Ismail, saat menyampaikan kesan dan pesan. Pak Zuffran—demikian Direktur ini biasa disapa—lahir pada tahun 1951 ini. Sebagai pejabat eselon II di Badilag, dia membawahi Subdit Mutasi dan Promosi Hakim, Subdit Mutasi dan Promosi Panitera dan Jurusita, Subdit Pengembangan Tenaga Teknis serta Subdit Data dan Evaluasi. Usia pensiunnya adalah 60 tahun. Alumnus Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjadi PNS pada 1979 di Departemen Agama. Selama 2,5 tahun sejak 1977, pejabat yang lahir di Sibolga, Sumatera Utara, ini menjadi calon pegawai. Awal karirnya dimulai di Pengadilan Agama Buntok, Kalimantan Tengah. Tidak lama di sana, Pak Zuffran kemudian ditugaskan di Subdit Bina Sarana Direktorat Pembinaan Peradilan Agama (Dirbinpera). Pak Zuffran terus berada di Direktorat tersebut hingga menjadi pejabat eselon III pada tahun 2002, yaitu menjadi Kepala Subdit Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama. Ketika terjadi penyatuatapan peradilan agama dari Depag ke Mahkamah Agung pada 2004, dan Ditbinpera yang setingkat eselon II berubah menjadi Ditjen Badilag yang setingkat eselon I, Pak Zuffran pun menjadi pejabat eselon II, yaitu Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama. “Bukan main, beliau adalah pejabat yang tabah, walau menghadapi banyak masalah. Karena itu mari kita berdoa semoga beliau selamat fiddunya wal akhirah,” kata Farid Ismail. Bersamaan dengan pelepasan Pak Zuffran, Ditjen Badilag juga melepas empat pejabat lain. Mereka adalah H. Dimyati Rusli, SH, Hj. Kamisnar, BA, Tri Hermintadi, SH dan Yuswar Sukin, SH, MH. Empat budaya yang mengesankan Di hadapan hampir seluruh pejabat dan karyawan Badilag, Pak Zuffran menyampaikan kesan dan pesannya. Berdasarkan catatannya, ada empat budaya yang dimiliki Badilag sejak bernama Ditbinpera. “Pertama adalah budaya ikhlas. Dengan keikhlasan ini kita mampu hidup di instansi ini dengan baik,” tuturnya. Budaya ikhlas ini memang tertanam kuat sejak Badilag berada di bawah Depag. Apalagi, motto kementerian tersebut hingga sekarang ialah “Ikhlas Beramal”. |
| < Prev | Next > |
|---|

|
Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya.'' (HR.Muslim) |
