Kini, Badilag.net Hadir dengan Tiga BahasaBandung | badilag.net Situs web Ditjen Badilag, www.badilag.net, yang mulai membuka halaman di dunia maya sejak April 2006, kini tampil dengan 3 pilihan bahasa : bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Badilag.net versi bahasa Inggris resmi diluncurkan pada saat Rekernas 2009 di Palembang, pada awal Oktober 2009. Sedangkan versi bahasa Arabnya, mulai bisa diakses publik sejak hari ini (Sabtu, 12/12) di alamat arabic.badilag.net .
“Pembangunan website badilag.net versi bahasa Arab ini merupakan pelaksanan aspirasi KPTA se-Indonesia yang disampaikan pada saat launching badilag.net english version di Rakernas Palembang”, ungkap Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, pada saat membuka acara pembangunan website badilag.net versi bahasa Arab, di Bandung, Jum’at (11/12). Usulan tersebut, dinilai Dirjen sangat beralasan dalam upaya meningkatkan SDM Peradilan Agama.
Tampilan beranda webiste badilag.net versi bahasa Inggris, Indonesia, dan Arab “Sumber hukum materiil peradilan agama banyak bersumber dari literatur bahasa Arab, oleh karena itu bagi aparatur peradilan agama, khususnya hakim, harus memiliki kemampuan berbahasa arab, sehingga kehadiran website bahasa Arab ini menjadi salah satu media strategis untuk meningkatkan kemampuan tersebut”, jelas Dirjen Badilag.
Terhadap hal tersebut, KPTA Bandung, Zainal Imamah, yang hadir pada acara pembukaan ini, menmperkuat i harapan kehadiran website bahasa Arab untuk membangkitkan kembali semangat menggali sumber hukum materil peradilan agama.
Selanjutnya Dirjen mengungkapkan bahwa selain mengusung misi peningkatan kualitas aparatur peradilan agama, kehadiran website dengan dua pilihan bahasa asing, Inggris dan Arab, juga sebagai komitmen badilag untuk membuka akses informasi peradilan ke masyarakat Internasional, dimana ke dua bahasa tersebut telah menjadi bahasa Internasional.
Dikelola Profesional
Menurut Sekretaris Ditjen Badilag, Farid Ismail, pembuatan website badilag versi bahasa Inggris dan Arab diakukan secara profesional. “Penerjemahannya bukan oleh “google”, tapi oleh tim redaksi yang terseleksi, sehingga content informasinya bisa dipertanggungjawabkan”, ungkap farid Ismail.
 Tim Badilag.net Bahasa Arab berphoto bersama Dirjen Badilag. Dari kiri ke kanan (belakang) : Armansyah, Abd. Halim Muhammad, Helmi Indra Mahyudin, Iwan Kartiwan, Mahrus dan Ridwan Anwar. (depan): Soleh, Farid Ismail (Sekretaris Ditjen Badilag), Wahyu Widiana (Dirjen Badilag), Asep Nurshobah, Nasich Salam, and Achmad Cholil (admin badilag.net/english) Khusus untuk web badilag bahasa arab, lanjut Farid, disusun oleh sebuah tim terseleksi yang terdiri dari para hakim yang memiliki latar belakang pendidikan dari universitas di Timur Tengah.
“Mereka bersama dengan Tim IT Ditjen Badilag bersinergi menyusun website berbahasa Arab di Bandung selama 3 hari, dari tanggal 11-13 Desember 2009”ungkap Sekditjen Badilag.
Sebagaimana pengalaman penyusunan web badilag versi bahasa Inggris, Tim dibagi kedalam dua kelompok, yaitu : Tim Editor Bahasa dan Tim Desain Web. Tim Editor Bahasa dikordinatori oleh Nasich Salam (Cakim PA Yogyakarta), dengan anggota tim : Dr. H. Muh. Arasy Latif, Lc, MA (Hakim PA Unaha), Mahrus, Lc (Hakim PA Sanggau), H. Armansyah, Lc (Hakim PA Rengat), Soleh, Lc (Hakim PA Manna) dan Abdul Halim Muhammad. S, Lc (Cakim PA Jakarta Utara). Sedangkan tim desain web dikoordinatori oleh Asep Nursobah (Hakim PA Kayuagung), dengan anggota tim : Helmi Indra Mahyuddin, Iwan Kartiwan, dan Ridwan, ketiganya staff suba bag Dokumentasi dan Informasi Ditjen Badilag.
Diupdate Bersama
Dirjen Badilag mengharapkan kepada seluruh jajaran peradilan agama untuk bersama menjaga updating website bahasa Arab ini melalui kontribusi terhadap menu-menu yang tersedia. Ia bahkan meminta pimpinan pengadilan supaya “memaksa” jajarannya mengakses website badilag ini, baik yang versi bahasa Inggris maupun bahasa Arab. Bagi Dirjen website bukan semata alat penyampian informasi tetapi juga alat pembinaan aparatur peradilan. (asnoer) |