Dr. H. Harifin A Tumpa, SH, MH, pada Pembukaan Sharing Workshop: Tekad dan Kerja Keras: Keberhasilan PembaharuanTekad dan Kerja Keras: Keberhasilan Pembaharuan Bandung l badilag.net Seluruh jajaran Mahkamah Agung dan pengadilan yang berada di bawahnya diharapkan memiliki kemauan dan tekad yang kuat serta bekerja keras dalam melaksanakan pembaharuan di lingkungan Mahkamah Agung dan pengadilan di seluruh Indonesia. Tekad yang kuat dan kerja keras merupakan unsur penting dalam mencapai keberhasilan pembaharuan. Dr. H. Harifin A Tumpa, SH, MH, Ketua Mahkamah Agung RI, menyatakan hal itu tadi pagi (9/12) pada Pembukaan “Sharing Workshop Program: Membangun Semangat Perubahan – Berbasiskan Pada Keselarasan Tim dan Organisasi”, di Bandung Jawa Barat. Workshop yang digelar atas kerjasama dengan USAid dan The Asia Foundation ini diikuti oleh para pejabat eselon I dan II MA-RI serta para ketua pengadilan tingkat banding ke empat lingkungan se Jawa, Makassar, Medan, Banjarmasin dan Pontianak. Kegiatan yang digagas dan dimonitor terus oleh Ketua Muda Pembinaan, Widayatno Sastrohardjono, SH., M.Sc dan dihadiri pula oleh Ketua Muda PTUN, Prof. Paulus E Lotulung, SH, ini didesign dan dipandu oleh Prof Rhenald Kasali,PhD dengan timnya dari Change Management Consulting- Rumah Perubahan, Jakarta. Workshop ini adalah program pembelajaran dengan model sharing-camp, yang diselenggarakan melalui berbagai metode secara dinamis, intensif dan interaktif. Fokusnya adalah pencerahan motivasi dan daya juang bagi agen-agen perubahan dalam rangka Reformasi Peradilan di Mahkamah Agung dan pengadilan di bawahnya.
ujuan dan Arah Pembaharuan Harus Jelas. “Pembaharuan harus mempunyai tujuan dan arah yang jelas”, ungkap Harifin lebih lanjut. Tujuan dan arah ini harus difahami dan dijadikan pedoman oleh seluruh jajaran Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan. “Blueprint MA-RI 25 tahun ke depan, yang belum lama ini selesai dibahas, merupakan tujuan dan arah yang jelas dari pembaharuan di Mahkamah Agung”, lanjutnya. Pelaksanaan blueprint terdiri dari program lima tahunan dengan arah dan tujuan tertentu yang disusun dalam Rencana Strategis masing-masing. Dengan demikian, sangat jelas apa yang akan dicapai oleh Mahkamah Agung dengan tahapan-tahapan prosesnya. Di samping itu, Harifin mengingatkan kepada seluruh jajaran Mahkamah Agung dan pengadilan-pengadilan, bahwa “kita harus mau dan mampu melaksanakan pembaharuan itu”. Pada dasarnya, semua orang yang mempunyai kesadaran mesti ingin melakukan perubahan. “Orang yang sudah sekarat saja, jika ia sadar, mesti mempunyai keinginan untuk berubah”, selorohnya, menegaskan betapa pentingnya arti perubahan. Sejalan dengan itu, Tuada Pembinaan menyatakan dalam sambutan laporan sebelumnya, bahwa workshop ini diselenggarakan juga dalam rangka memasyarakatkan dan memantapkan pemahaman para pejabat di lingkungan MA-RI terhadap Blueprint itu. Bahkan Tuada yang penuh semangat ini menyatakan, “Workshop semacam ini perlu terus berlanjut”. Workshop akan berlangsung sampai hari Jumat, 11 Desember 2009. Semetara itu, Dirjen Badilag, Wahyu Widiana yang menjadi peserta workshop, melalui badilag.net mengharapkan agar seluruh jajaran Peradilan Agama terus melakukan upaya-upaya pembaharuan dan inovasi dalam rangka pemberian pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya pencari keadilan. "Jangan bosan dan semangat terus!", ungkapnya. (Adli Minfadli Robby). |