Drs.M.Idris Wahidin

Drs.M.Idris Wahidin
Ketua Pengadilan Agama Sungailiat
English Arabic French Indonesian

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi
Profil Pegawai

SIDANG KELILING

Sidang Keliling

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Polling

Bagaimana pendapat anda tentang website pengadilan Agama Sungailiat?
 

Form Login






Lost Password?

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini93
mod_vvisit_counterKemarin219
mod_vvisit_counterMinggu ini589
mod_vvisit_counterBulan ini4001
mod_vvisit_counterTotal139790

Portal Berita

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Pelatihan Pengembangan IT PTA dan PA-PA se- Wilayah Jawa Barat PDF Print E-mail
Written by @de   
Jumat, 11 Maret 2011

Dirjen Badilag di Kampus ITB Bandung:

‘Technology For Justice’: Suatu Keniscayaan

Dirjen sedang memberi sambutan, didampingi Penanggung jawab kegiatan (kiri), Kepala Unit Sumber Daya Informasi ITB dan WKPTA Bandung.

Bandung | Badilag.net
Pemanfaatan teknologi untuk kepentingan proses penyelenggaraan peradilan kini merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan memanfaatkan teknologi yang benar dan tepat, proses peradilan akan berlangsung cepat, murah dan transparan. Semua ini akan menguntungkan para pencari keadilan.

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, mengatakan hal itu  tadi pagi (9/3), di kampus ITB Bandung, saat membuka acara  Pelatihan Pengembangan IT, yang diikuti oleh 65 peserta  dari PTA dan PA-PA se wilayah Jawa Barat.

Pelatihan tahap ke dua ini diselenggarakan atas kerjasama antara PTA Bandung dengan Unit Sumber Daya Informasi ITB, selama 2 hari, bertempat di Gedung Multimedia Perpustakaan Pusat ITB, jalan Ganesa 10 Bandung.

Pembukaan pelatihan  dihadiri pula oleh WKPTA Hasan Bisri, Pansek PTA Tri Haryono, Ketua Unit Sumber Daya Informasi ITB Basuki Suhardiman, Penanggung Jawab kegiatan Mugi Sugiarto dan beberapa pejabat serta staf PTA Bandung.

Buku Technology for Justice.

Dalam kesempatan ini, Dirjen –untuk kesekian kalinya, red.- mengemukakan pentingnya pemanfaatan TI dalam penyelenggaraan peradilan, dengan mengutip beberapa kalimat dari buku karya DR. Dory Reiling, Hakim Pengadilan Amsterdam,: “Technology for Justice: How Information Technology can Support Yudicial Reform”.   

“Information Technology is the most striking  factor in changing the world in our era”, kata Dirjen, membacakan persis kata-kata DR. Dory seperti tertulis pada halaman 16 bukunya itu. Oleh karena itu, kata Dirjen, kalau kita ingin berubah menuju kepada yang lebih baik, belajar dan manfaatkan TI ini.

Sebagian para peserta pelatihan

Dirjen juga mengutip 3 (tiga) hal utama yang selalu dikeluhkan publik berkaitan dengan pengadilan di seluruh dunia dan sudah berlangsung berabad-abad, bahkan sampai sekarang.

Ketiga keluhan itu adalah:  (1) proses di pengadilan sangat lama, (2) pengadilan sulit diakses, tidak transparan, dan (3) pengadilan korup.  Semuanya ini, kata Dirjen mengutip DR. Dory, dapat diatasi oleh pemanfaatan TI.

Dirjen menambahkan bahwa TI yang digunakan haruslah tepat. SDMnyapun harus terampil, teliti dan berintegritas tinggi. “Kalau para pelaksana TI tidak berintegritas, maka keadaan akan lebih kacau”, kata Dirjen kepada Badilag.net.

“Jangankan itu, operator yang kurang teliti saja dapat menjadikan malapetaka buat institusi. Contohnya dalam menulis atau mengundah putusan. Makanya dalam menangani TI haruslah hati-hati dan teliti”, ungkapnya lagi.

Peran pimpinan, pelaksana dan sosialisasi.


Mugi Sugiarto, penanggungjawab kegiatan, menyatakan bahwa peran pimpinan dan para pamong sangatlah menentukan dalam keberhasilan pemanfaatan TI dalam rangka mencapai Visi & Misi organisasi. Oleh karena itu sistem insentif dan reward sangatlah penting”, ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Unit SumberDaya Informasi ITB, Dr. Basuki Suhardiman, melihat bahwa sosialisasi TI ( termasuk kepada pimpinan dan staf lainnya, red) ,merupakan hal yang harus dilakukan, walaupun harganya mahal.

Dirjen bersama para pejabat PTA dan ITB
“Jika membuat suatu aplikasi TI biayanya sepuluh rupiah, maka sosialisasinya bisa mencapai seratus rupiah”, kata alumni MIPA ITB ini bertamsil.

Dirjen sangat setuju dengan itu. “Sebaik apapun suatu produk TI, jika pimpinannya tidak tahu dan tidak peduli, maka akan sia-sia saja. Sosialisasi sangatlah penting”, tegasnya.

“Demikian pula, jika para operator tidak kreatif dan tidak semangat, pemanfaatan TI tidak akan berkembang”, tambahnya lagi.

“Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada seluruh jajaran peradilan agama yang selama ini sudah memperlihatkan kepeduliannya, kreativitasnya dan semangatnya dalam memanfaatkan TI untuk kepentingan pelayanan dan peningkatan kinerja. Hasilnya sama-sama kita rasakan”, kata Dirjen.

PTA Bandung adalah salah satu contoh pengadilan yang selalu konsern, kreatif dan bersemangat dalam mengembangkan TI.

Nampak dari sambutan WKPTA, Hasan Bisri, yang menyatakan bahwa pelatihan ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan-kegiatan yang selama ini dikerjasamakan dengan ITB.

“Kali ini yang akan dilatihkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan e-simpeg, e-arsip dan SIADPA”, kata WKPTA yang dikenal sangat menguasai Pola Bindalmin dan pernah lama menjadi Panmud Perdata Agama MA ini.
 

Tulis Komentar Disini


Security code
Refresh

< Prev   Next >
 

M. Tarmizi R, SH

M. Tarmizi R, SH
Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Sungailiat

Foto Hakim/Pegawai

Jam Sistem

link MA

link Putusan MA

link Putusan Peradilan Agama

link Pembaruan MA

link BADILAG
Image

Interaktif

Kontak
Buku Tamu

Tanggal Hijriah


Kata Kata Mutiara

Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya.'' (HR.Muslim)

 

Foto Kegiatan

img.jpg