|
Dirjen Badilag pada Diklatpim III MA dan 4 Lingkungan Peradilan: 6 Tips Membangun Komitmen  Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, (depan tengah) berpose bersama peserta Diklat setelah selesai kuliyah. Komitmen yang kuat sangat diperlukan dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi yang sedang berlangsung di Mahkamah Agung dan 4 (empat) lingkungan peradilan. Setidaknya ada 6 (enam) hal yang harus diperhatikan, sebagai tips, dalam membangun komitmen tersebut.
Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, mengemukakan hal itu di depan para peserta Diklatpim III Angkatan I Mahkamah Agung dan 4 (empat) lingkungan peradilan, tadi pagi, di kampus Diklat Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor.
Presentasi Dirjen tentang “Tupoksi dan Kebijakan Ditjen Badilag Serta Kaitannya dengan Unit Kerja Lain”, mendapat perhatian serius dari 40 peserta pelatihan. Peserta Diklatpim ini terdiri para pejabat eselon III dan IV se Indonesia.
Ke 6 tips yang dikemukakan Dirjen adalah peran & keteladanan pimpinan, peran serta seluruh aparat, konsistensi & kreatifitas, keterlibatan “stakeholders”, pemanfaatan sumber daya yang ada, dan pemberian reward & punishment.
Komitmen adalah Keteguhan Tekad dan Kesiapan Mental Seluruh Aparat.
Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) tidak akan berhasil jika tidak ditopang oleh tekad yang kuat dan mental yang siap. “Sebab melaksanakan RB pada hakikatnya adalah melakukan perubahan-perubahan menuju keadaan yang lebih baik, yang sering kali merugikan oknum-oknum tertetu”, kata Dirjen.
“Iya Pak, di tempat kerja kami, begitu putusan selesai dibacakan, langsung dipublikasikan pada situsweb. Tapi, pencari keadilan masih sulit mendapatkan salinan putusan tepat waktu. Pernah terjadi, lama salinan putusan itu tidak diketahui di mana adanya, padahal sudah dipublikasikan. Tahu-tahu masih ada di Panitera Pengganti”, salah seorang peserta menanggapinya.
“Makanya, kesiapan mental dari semua pihak sangat diperlukan”, kata Kakisina Jacoba, peserta dari PTUN Ambon, memberikan penegasan.
“Di tempat kami lain lagi Pak”, kata peserta lainnya. “Sudah ada kesepakatan, bahwa semua putusan harus dipublikasikan, eh malah putusan-putusan dari majlis yang dipimpin Pak Ketua sendiri yang seringkali banyak halangan untuk dipublikasikan”, tambahnya.
“Kalau saya sering bingung”, kata peserta lainnya lagi. “Saya sering diminta bertugas di meja informasi. Banyak masyarakat pencari keadilan meminta putusan-putusan yang sudah dibacakan, sementara data di meja informasi tidak ada, mencari informasi sulit didapat, akhirnya saya bingung sendiri, didesak terus oleh pencari keadilan”, katanya lagi memelas.
Banyak lagi pengalaman para peserta yang sempat terlontar tentang belum jalannya proses RB karena belum siap mental dan belum terampil, bahkan belum banyak perhatian dari aparat terutama pimpinan. “Komitmen dari semua aparat memang mutlak”, Dirjen menyimpulkan. Peran, Perhatian dan Keteladanan Pimpinan Sangat Mempercepat Keberhasilan RB.
Selain menjelaskan tupoksi Badilag, Dirjen lebih banyak menjelaskan program-program prioritas RB yang sedang digalakkan MA. Keterpaduan satu lingkungan peradilan dengan lingkungan pradilan lainnya akan menimbulkan percepatan keberhasilan RB. “Sebab, program-program RB itu sama bagi seluruh lingkungan”, tegas Dirjen.
Program-program prioritas RB yang sempat diinformasikan adalah manajemen perkara, manajemen SDM, pengawasan/pengaduan, bantuan hukum, pelayanan informasi, pengembangan Tekonogi Informasi dan pelayanan publik secara umum.
Program-program itu semua akan cepat berhasil jika didukung oleh semua aparat. “Peran dan perhatian para pimpinan sangat menentukan”, ungkap Dirjen. “Keteladanan dan konsistensi para pimpinan akan menjadi kunci utama dalam keberhasilan”, tegasnya lagi.
Jika pimpinan selalu berada di depan dan berhasil membangun komitmen seluruh aparat, tambahnya lagi, maka segala halangan sebagai akibat keterbatasan dan kekurangan akan relatif mudah dapat diatasi. “Sumber daya yang ada, walau terbatas, dapat dimanfaatkan secara optimal dengan pengembangan kreatifitas, untuk keberhasilan pelaksanaan tugas”, ungkap Dirjen.
“Demikian pula, dengan kreatifitas dan soliditas yang tinggi, kitapun dapat melibatkan ‘stakeholders’ dalam mendukung program-program RB kita”, lanjutnya.
Para peserta Diklatpim nampak sangat antusias. Terlihat dalam sesi diskusi, tanggapan dan komentar-komentarnya sangat konstruktif dan inspiratif untuk pelaksanaan tugas di tempatnya masing-masing, paska diklat nanti. Dari unsur Mahkamah Agung dan seluruh lingkungan peradilan, sempat memberikan komentarnya.
“Saya sangat puas dengan potensi dan sikap para peserta diklat ini. Karena itu saya optimis, masa depan Mahkamah Agung dan 4 lingkungan peradilan akan semakin bagus. Program-progam RB akan berhasil dengan baik. Insya Alloh.”, ujar Dirjen kepada Badilag.net, mengahiri bincang-bincangnya. |