
| Struktur Organisasi |
| Profil Pegawai |
| Perkara Online |
| Jadwal Sidang |
| Informasi Perkara |
| Publikasi Putusan |
| Panggilan Ghoib |
| Biaya Perkara |
| Statistik Perkara |
| Sidang Keliling |
| DIPA 2011 |
| REALISASI ANGGARAN 2011 |
| KEUANGAN PERKARA |
| PNBP |
| Barang Milik Negara |
| Pengumuman Lelang / Pengadaan |
| Pengumuman Pemenang Lelang/Pengadaan |
| Statistik Pengaduan |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Pelapor/Terlapor |
| Mekanisme Pengaduan |
| Alur Pengaduan |
| Pangaduan Online |
| Sanski Disiplin |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Yurisprudensi Perkawinan |
| Yurisprudensi Waris |
| Yurisprudensi Shodaqoh |
| Yurisprudensi Syari'ah |
| Artikel dan Makalah |
| Produk Hukum |
| Badilag dilibatkan dalam IACA Conference 2011 |
|
|
|
| Written by @de | ||
| Selasa, 08 Maret 2011 | ||
IACA Conference 2011, Sebuah Kehormatan Buat Peradilan AgamaJakarta l Badilag.net
Bekerja sama dengan International Association for Court Administration (IACA), Mahkamah Agung Republik Indonesia akan menjadi tuan rumah IACA Conference 2011. Direncanakan, para peserta konferensi berasal dari 18 negara. Tema besar yang diangkat adalah “Acces to Justice”. “Pada konferensi IACA kali ini, Badilag selaku pembina peradilan agama mendapat kehormatan untuk memaparkan pengalaman-pengalaman nyata didukung data yang akurat mengenai acces to justice di peradilan agama,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya, Senin (7/3/2011). Sesuai agenda, Dirjen Badilag akan menjadi pembicara pada hari ke-3 konferensi, dengan menyajikan makalah berjudul “Justice for the Poor: The Badilag Experience”. “Kita akan memaparkan program-program justice for the poor yang sudah berjalan di peradilan agama yaitu prodeo, sidang keliling dan posbakum,” tutur Dirjen. Menurut Dirjen, konferensi ini memiliki nilai strategis buat Mahkamah Agung pada umumnya dan peradilan agama pada khususnya. “Konferensi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan pencapaian-pencapaian dan prestasi-prestasi kita,” tuturnya. Selain para petinggi Mahkamah Agung, sejumlah pimpinan pengadilan tingkat pertama dan banding juga akan dilibatkan dalam konferensi ini. “Termasuk juga beberapa Ketua PA dan PTA,” kata Dirjen Badilag. Buat Dirjen Badilag sendiri, konferensi IACA kali ini adalah yang kedua yang diikutinya. Pada 2009, Dirjen juga dilibatkan pada acara serupa yang digelar di Turki. “Waktu itu kita mendapat banyak apresiasi dari masyarakat internasional. Ternyata apa yang kita lakukan diperhatikan dunia. Ini membanggakan sekaligus dapat menjadi suntikan motivasi untuk bekerja lebih baik lagi dalam rangka melayani masyarakat pencari keadilan, khususnya masyarakat miskin dan terpinggirkan,” ujar Dirjen. Konferensi kelima IACA berdiri pada tahun 2004. Asosiasi ini dibentuk untuk memajukan administrasi peradilan dengan memodernkan lingkungan pengadilan dan mengefisienkan administrasi peradilan. Menurut Presiden IACA, Jeffrey A Apperson, sejak berdiri enam tahun silam, IACA telah menggelar empat kali konferensi. Konferensi di Indonesia merupakan yang kelima. Dan setelah menggelar konferensi di Indonesia, IACA akan menyelenggarakan acara serupa di Belanda pada Oktober 2011. Untuk konferensi yang akan berlangsung di Bogor nanti, IACA dan MA sepakat untuk mengangkat tema besar “Acces to Justice”. Tema besar itu lantas dirinci menjadi sembilan subtema. Pertama, penyediaan akses terhadap pengadilan kepada kelompok tak-beruntung. Kedua, sidang keliling dan akses terhadap keadilan untuk masyarakat miskin atau terpinggirkan. Ketiga, akses terhadap keadilan untuk anak-anak. Keempat, kerjasama pengadilan dengan organisasi non-pemerintah. Subtema kelima, pos bantuan hukum. Keenam, pelatihan administrator pengadilan. Ketujuh, penyediaan informasi kepada pencari keadilan/komunikasi dengan para stakeholder pengadilan. Kedelapan, pelaksanaan akses terhadap keadilan: pantauan dan evaluasi. Dan kesembilan, teknologi informasi dan akses terhadap keadilan. |
||
| < Prev | Next > |
|---|

|
Sungguh unik perkara orang mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah baik. Jika ia mendapat kebahagiaan, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu) merupakan kebaikan baginya.'' (HR.Muslim) |
